Jumat, 28 Maret 2014

sejarah wing chun

Sejarah Kung Fu Wing Chun
Asal Mula Kung Fu Wing Chun
Ketika Cina dijajah oleh bangsa Manchuria (Dinasti Ching), yaitu saat
Kaisar Yung Cheng1 berkuasa (1723-1736), terjadi peristiwa
dibakarnya Kuil Shao Lin, yang berada di Gunung Sung, Propinsi
Honan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar 300 tahun yang lalu.
Saat itu pemerintahan Manchuria takut akan perkembangan kung fu
di Kuil Shao Lin yang semakin lama semakin kuat. Pemerintah
kemudian mengirim pasukan untuk menyerang kuil ini. Serangan demi
serangan selalu mengalami kegagalan. akhirnya Kuil Shao Lin
dibakar secara diam-diam. Banyak penghuni Shao Lin yang mati
terbakar. Tetap tidak semuanya mati, beberapa berhasil lolos dari
peristiwa ini, di antaranya adalah Pendeta Wanita Ng Mui, dan juga
beberapa orang murid, yang paling terkenal di antaranya adalah
Hung Hay Kwun (Hung Si Kuan), Fong Sai Yuk (Fang Se Yu), Luk Ah
Choy, dan lain-lainnya. Kelima pendeta/master ini adalah lima guru
yang mewakili lima gaya kung fu Shao Lin.
Pendeta Wanita Ng Mui adalah satu-satunya master wanita dari
Shao Lin. Ng Mui pergi berkeliling Cina, kemudian menetap di Kuil
Bangau Putih yang terletak di gunung Tai Leung (juga disebut
gunung Chai Ha), di antara propinsi Yunnan dan Sze Chuan. Ia
berkonsentrasi mendalami Zen Buddhisme, dan juga ilmu kung fu. Ng
Mui, seperti juga yang lainnya, tidak pernah melupakan pengalaman
pahit peristiwa kebakaran dan pengkhianatan di Kuil Shao Lin. Ia
juga khawatir akan pengejaran yang dilakukan oleh para pengkhianat
dan pasukan pemerintah Manchuria. Ia sadar akan kesulitan yang
akan dialaminya jika suatu saat bertemu dengan para pengkhianat
yang juga telah menguasai ilmu bela diri Shao Lin tersebut. Ia sadar
bahwa pengetahuan teoritis bela dirinya sejajar dengan mereka, dan
suatu saat kemampuan fisiknya akan kalah dengan para pengkhianat
yang jauh lebih muda darinya. Untuk mengatasi hal ini, cara satu-
satunya adalah dengan menciptakan sebuah teknik bertarung baru
yang mampu mengatasi teknik-teknik bertarung Shao Lin.
Suatu saat Ng Mui menyaksikan pertarungan antara seekor rubah dan
seekor bangau. Rubah itu berjalan mengitari bangau mencari
kesempatan untuk menyerang, sementara bangau diam di tengah dan
berputar-putar untuk menghadapi rubah. Setiap kali rubah menyerang
dengan cakarnya, bangau menghalau dengan sayapnya dan pada
saat yang sama balik menyerang dengan paruhnya. Rubah tersebut
memanfaatkan kelincahannya untuk menghindar dan menyerang tiba-
tiba dengan cakarnya. Perkelahian ini berlangsung dalam waktu yang
cukup lama hingga Ng Mui mendapatkan inspirasi untuk
mengembangkan teknik pertarungan baru. Ng Mui berkonsentrasi
untuk menyesuaikan gerakan cakar rubah dan sayap bangau menjadi
gerakan manusia. Akhirnya Ia berhasil menciptakan satu set gerakan
tempur yang tetap mempertahankan gerakan rubah dan bangau tetapi
telah disesuaikan menjadi gerakkan manusia.
Gerakan kung fu Shao Lin terlalu rumit untuk Ng Mui, terlebih lagi
dalam gaya Shao Lin, banyak gerakan yang memiliki pose menarik
dan nama yang indah, tetapi dalam pertempuran yang sesungguhnya
tidak dapat dipraktekkan. Dalam teknik barunya ini ia
menitikberatkan pada kesederhanaan gerak dan keanekaragaman
kegunaan. Hal ini cukup menyimpang dari teknik-teknik Shao Lin.
Jika pada Kung Fu Shao Lin sepuluh set atau lebih gerakan, satu dan
lainnya hanya berbeda sedikit, dalam Sistem baru ciptan Ng Mui ini
hanya terdiri dari beberapa gerakan sederhana yang digabungkan,
dan setelah mengalami beberapa perbaikan dan penyempurnaan,
dibagi menjadi tiga jurus dan satu set gerakan berlatih
menggunakan "orang-orangan kayu". dalam teknik baru ini, setiap
gerakan adalah gerakan tempur yang sesungguhnya dan sangat
praktis. Sudah tidak ada lagi gerakan-gerakan dan pose-pose indah
yang hanya berguna untuk menarik perhatian.
Perbedaan lainnya adalah dalam teknik Shao Lin terlalu banyak
menekankan latihan fisik. Seorang murid harus berlatih kuda-kuda
yang kuat selama beberapa tahun sebelum ia dapat melanjutkan ke
pelajaran selanjutnya. Dalam teknik barunya, Ng Mui lebih
menekankan penggunaan metode dalam mengalahkan musuh
daripada dengan menggunakan kekuatan. Memang dalam metode ini
perlu juga melatih kekuatan, tetapi dalam pertempuran yang
sesungguhnya, yang terpenting adalah menerapkan metode yang
tepat untuk masing-masing keadaan, dan juga untuk masing-masing
lawan. Untuk keperluan ini, para pengikut akan dibekali dengan
beragam teknik gerakan tangan, kuda-kuda, dan gerak langkah yang
fleksibel.
Yim Wing Chun
Yim Wing Chun adalah penduduk asli propinsi Kwang Tung. Setelah
ibunya meninggal, ia tinggal berdua dengan ayahnya, Yim Yee. Sejak
kecil ia telah dijodohkan dengan Leung Bok Chao, seorang pedagang
garam dari propinsi Fu Kien (Hok Kian). Sebagai murid Shao Lin, Yim
Yee berusaha menggunakan kung fu-nya untuk menegakkan keadilan.
Dengan demikian ia sering terlibat dalam urusan pengadilan. Agar tak
ditangkap, ia mengajak anak perempuannya melarikan diri ke
perbatasan antara propinsi Yunnan dan Sze Chuan dan menetap di
kaki gunung Tai Leung. Mereka hidup dari hasil penjualan tahu di
pasar.
Ada seorang preman lokal bermarga Wong yang terkenal bertabiat
buruk. Karena kemampuan kung fu-nya dan juga karena tangan
hukum begitu lemahnya di daerah terpencil ini, ia ditakuti oleh
penduduk setempat. Karena tertarik dengan kecantikan Yim Wing
Chun, ia mengirimkan perantara untuk melamar gadis ini, dengan
ancaman jika ditolak, ia akan memaksa Wing Chun menikahinya.
Ayah Wing Chun sudah tua dan Wing Chun sendiri adalah gadis yang
lemah. Oleh karena itu mereka sangat khawatir dan tidak tahu apa
yang harus dilakukan.
Sementara itu, Pendeta Wanita Ng Mui, yang tinggal dekat desa ini,
sering mengunjungi pasar desa. Setiap kali ia lewat di kios tahu Yim
Yee, ia selalu mampir dan berbelanja. Dengan demikian, mereka
menjadi saling mengenal. Suatu hari, saat ia berbelanja, ia
memperhatikan ada sesuatu yang tidak biasa pada ekspresi ayah dan
anak ini. Ketika ditanyakan, mereka menceritakan masalah tersebut
kepada Ng Mui. Pengakuan ini membangkitkan kembali rasa keadilan
dalam diri Ng Mui yang sudah lama dipendam. Ia memutuskan untuk
membantu Yim Wing Chun, tetapi tidak dengan melawan Wong, suatu
hal yang pasti dilakukannya sebelum mengundurkan diri. Alasannya
adalah bahwa ia tidak ingin menunjukkan identitas aslinya sebagai
pendekar Shao Lin, dan juga karena tidak layak baginya, sebagai
seorang ahli bela diri terkenal dari Shao Lin, bertarung melawan
preman tak ternama dari sebuah desa terpencil. Ia memutuskan untuk
mengajari teknik bela diri ciptaannya kepada Yim Wing Chun. Bagi
Wing Chun sendiri, ilmu bela diri bukan sesuatu yang aneh, karena
ayahnya adalah murid Shao Lin. Selama ini Wing Chun merasa belum
perlu mempelajari ilmu ayahnya. Kini dengan panduan Ng Mui, sang
master wanita dari Shao Lin, dan juga karena kepandaian dan kerja
kerasnya, ia berhasil menguasai teknik ini dalam waktu tiga tahun.
Pada suatu hari Ng Mui memberitahu bahwa Wing Chun sudah
menguasai semua teknik-teknik ciptaannya dan diperbolehkan
kembali ke rumah ayahnya dan menyelesaikan masalah dengan
Wong. Sekembalinya ia ke rumah ayahnya, preman tersebut mulai
menggodanya lagi. Kali ini Wing Chun menantangnya berkelahi. Wong
terkejut, tetapi menerima tantangan ini. Ia sangat yakin dapat
mengalahkan Wing Chun dan menikahinya, tetapi dalam pertarungan
tersebut ia dikalahkan oleh Wing Chun. Sejak saat itu, Wong tak
berani lagi mengganggu Wing Chun. Setelah peristiwa ini, Wing Chun
terus berlatih teknik ini, tetapi Ng Mui merasa kehidupan di kaki
gunung Tai Leung terlalu monoton dan pergi berkelana. Ia berpesan
pada Wing Chun untuk menjaga peraturan Shao Lin dan berhati-hati
dalam meneruskan teknik ini agar tidak jatuh ke tangan orang-orang
yang tak pantas
Yim Wing Chun akhirnya menikah dengan tunangannya Leung Bok
Chau. Ia berhasil menurunkan teknik yang dipelajarinya dari Ng Mui
ini kepada suaminya. Leung Bok Chao sendiri pernah mempelajari
bela diri, dan rajin berlatih di waktu senggangnya. Setelah pernikahan
mereka, Wing Chun sering berdiskusi dengannya tentang teknik-teknik
pertarungan. Awalnya ia meremehkan Wing Chun, karena
menganggap Wing Chun adalah wanita yang lemah. tetapi Wing Chun
berhasil memperoleh kesempatan untuk berlatih dengan suaminya
dan berhasil mengalahkannya setiap kali mereka berlatih. Leung Bok
Chao pun akhirnya sadar bahwa Wing Chun bukanlah seorang wanita
lemah, tetapi seorang ahli seni bela diri. Sejak saat itu ia mengagumi
teknik istrinya dan sering berlatih berdua. Ia menyebut teknik ini
"Wing Chun Kuen" untuk menghormati istrinya. dari namanya ini lah
maka dikenal nama Wing Chun Kung Fu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar